Copyright By www.dangerousdiseaseelephantiasis.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Langkah Sebelum Menentukan Pernikahan

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, March 27, 2012 | 12:59 AM

Langkah Sebelum Menentukan Pernikahan Menikah satu kali untuk seumur hidup menjadi harapan setiap orang. Tapi apakah ia pasangan yang ideal untuk berbagi? Setiap pertanyaan yang muncul selalu membuat kita bimbang untuk memasuki dunia baru ini.

Bagi kaum pria memasuki dunia pernikahan berati kebebasan mereka akan terenggut. sedangkan bagi kaum wanita, trauma diduakan sering menjadi pemicu keraguan untuk melangkah ke pernikahan.

Lalu, adakah alasan lain yang menyebabkan seseorang takut menikah? Untuk mengetahui lebih dalam, liat dibawah ini beberapa alasan mengapa seseorang takut menikah, seperti yang dilansir Boldsky.

1. Terenggutnya rasa kebebasan
Jika kebebasan yang penting bagi Anda, hindarilah pernikahan. Hai ini akan membuat Anda terkontrol oleh pasangan. Apapun yang Anda lakukan, Anda harus dapat bertanggung jawab pada pasangan. Kebebasan berkumpul dengan teman dan ruang lingkup pun akan menjadi terbatas. Pemicu inilah yang menjadikan seseorang lari dari pernikahan.

2. Tidak ada  flirting
Setelah menikah, tentunya Anda akan kehilangan kebebasan untuk melirik lawan jenis yang mempesona. Yang terburuk adalah Anda tidak dapat menggoda atau berkenalan dan memulai rasa crush. Komitmen 100% terhadap pasangan sering terlupakan, 2-3 pria sering melupakannya, dan hal ini menjadikan pasangan mereka lebih posesif.

3. Berbagi kehidupan
Usai pernikahan, Anda harus percaya pada konsep berbagi. Tidak hanya berbagi diri secara fisik saja, tetapi juga berbagi tempat tidur, kamar mandi dan yang sering terjadi masalah yaitu berbagi keuangan. Sering kali kita masih memiliki rasa ketakutan untuk berbagi uang dengan alasan bagian si dia lebih besar dari milik Anda.

4. Tak dapat berteman dengan lawan jenis
Sebelum menikah, mungkin Anda memiliki sahabat dekat lawan jenis. Tetapi setelah mengikat simpul pernikahan semuanya menjadi dipertanyakan. Pada awalnya pasangan Anda mungkin akan menerima, tapi 2-3 bulan ke depan mungkin dia akan bereaksi. Hal ini terjadi karena pasangan Anda merasa memiliki saingan.

5. Berat badan bertambah
Banyak pria dan wanita yang mengalami perubahan bentuk tubuh setelah pernikahan. Tak jarang banyak orang yang merasa pesonanya menghilang, hal ini sering sekali dirasakan oleh kaum wanita terutama pada saat mereka telah melahirkan.

Lima alasan di atas sering sekali menjadi alasan utama seseorang untuk lari dari dunia pernikahan. Jika Anda benar tidak ingin memasuki dunia, siapkanlah alasan yang tepat untuk pasangan Anda nantinya Langkah Sebelum Menentukan Pernikahan
12:59 AM | 0 komentar | Read More

Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia

Written By Luthfie fadhillah on Friday, March 16, 2012 | 4:29 AM

Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia  Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia merupakan promosi Yang dilakukan Oleh Minimarket Lokal Terbesar dan Minimarket Pertama Terbaik Indonesia guna untuk menarik Simpati dan Perhatian lebih dari masyarakat untuk menjadi Member Alfamart dan khususnya pecinta Informasi internet dengan menyelenggarakan Promo Indonesia Kontes SEO Alfamart 2012.


Alfamart Minimarket Pertama yang memiliki member terbanyak di Indonesia Alfamart Memberikan Motivasi dan Inspirasi serta Inovasi untuk memanjakan membernya. Salah satunya adalah dengan konsisten 2 minggu sekali  memberikan Promo Indonesia khusus untuk Member Alfamart baik untuk berbelanja di Alfamart Minimarket atau pun di merchant-merchant yang banyak bekerja sama dengan Alfamart Minimarket untuk memberikan potongan harga atau harga spesial.

Member Alfamart Adalah sebutan untuk para pelanggan setia Alfamart.Para member Alfamart akan mendapatkan berbagai macam keuntungan dan kejutan special dari Alfamart seperti: HematKu, Kalender Belanja, Specialku dan Hadiahku,serta program ekslusif lainnya. Member Alfamart adalah pelanggan yang memiliki dan bergabung dalam keanggotaan Kartu AKU, A Card Flazz atau Kartu AKU BNI Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia

KARTU AKU Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia

    Kartu Aku

Adalah kartu member yang pertama kali diluncurkan Alfamart pada tahun 2005. Dengan Kartu AKU, Member akan dapat memperoleh manfaat dan berbagai macam keuntungan serta Promo Indonesia menarik yang tidak dapat diikuti oleh pelanggan lain yang bukan merupakan member Kartu AKU. Kartu AKU berlaku Nasional di Alfamart seluruhIndonesia.

A CARD FINAL Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
    A Card Flazz

Adalah Kartu Member Alfamart yang di luncurkan pada 15 Mei 2010 bekerja sama dengan Flazz BCA, yang selain berfungsi sebagai kartu member juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran/transaksi karena A Card Flazz merupakan Kartu Prepaid (kartu non rekening yang dapat menyimpan uang untuk keperluan berbagai transaksi).

A Card Flazz dapat digunakan sebagai alat pembayaran tidak hanya diseluruh outlet Alfamart, Alfamidi ataupun Alfaexpress tetapi juga diseluruh merchant Flazz antara lain restoran, salon, toko buku, parkir, bioskop dan masih banyak lagi. Untuk sementara ini, A Card Flazz berlaku di Jabodetabek,Surabaya

KARTU AKU BNI Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
    Kartu Aku BNI

Merupakan salah satu Kartu Member Alfamart yang di luncurkan pada 1 Januari 2010, merupakan kerjasama antara Alfamart dengan Bank BNI. Kartu AKU BNI merupakan kartu multifungsional, yang selain berfungsi sebagai kartu member, juga berfungsi sebagai alat pembayaran. Pengguna Kartu AKU BNI juga akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kejutan spesial dari Alfamart serta tentunya dapat mengikuti program-program eksklusif khusus member di Alfamart. Untuk saat ini, Kartu AKU BNI berlaku di Alfamart Jabodetabek.
8 Keuntungan Member Alfamart

   1. Hematku dan Kalender Belanja
   2. Spesialku dan Hadiahku
   3. Special Big Program for "Member Alfamart"
   4. Redemption For "Member Alfamart"
   5. Member Alfamart" Thematic Promo
   6. Special Treatment for "Member Alfamart" Birthday
   7. Special Event/Activities For "Member Alfamart"
   8. Merchant For "Member Alfamart"

 

Demikianlah penjelasan singkat tentang  Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia Semoga dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan Lebih kepada masyarakat agar dapat bergabung menjadi Member Alfamart dan pastikan anda mendapakan keuntungan dan manfaat lebih dari Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia
4:29 AM | 0 komentar | Read More

Kencan Online Untuk Lansia

Kencan Online Untuk Lansia Kita mungkin berpikir bahwa kencan online hanya fenomena di kalangan muda. Nyatanya, situs pencarian jodoh ini juga memikat mereka yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Seperti dikutip Science Daily, peminat kencan online dari kalangan lanjut usia menunjukkan grafik menanjak dari tahun ke tahun.

Dr Wendy K dan Dr Charlie Stelle, dua profesor gerontologi dari Bowling Green State University, pun mencoba meneliti fenomena kencan online di kalangan lansia, lewat sejumlah situs kencan favorit.

Dalam penelitian awal, mereka menemukan bahwa kelompok lansia memiliki sudut pandang berbeda dengan kalangan muda dalam membangun kualitas hubungan asmara. Mereka melihat kelompok tersebut seperti membangun semacam "kerajaan" tersendiri di setiap situs kencan online.

Semua itu terbaca dari status, informasi profil, serta materi pembicaraan yang terkesan lebih jujur dan dewasa. Perbedaannya sangat mencolok jika dibandingkan dengan pembicaraan kalangan muda yang terjebak isu seputar kehidupan seksual dan dunia malam.

Sejumlah istilah sangat khas dalam deskripsi pribadi seperti "berjiwa muda" dan "aktif" yang digunakan untuk menunjukkan kebugaran fisik dan kesehatan yang baik. Ini cukup membantu menjelaskan kepribadian dan apa yang mereka cari dalam hubungan.

Kalangan lansia cenderung tak ingin membuang waktu untuk sebuah hubungan main-main. Mereka memanfaatkan situs kencan untuk memperkuat karakteristik pribadi seperti kasih sayang, kecerdasan, kebebasan, agama, spiritualitas, keyakinan politik, kesehatan dan status.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keinginan untuk menemukan cinta dan teman berbagi hidup dengan lawan jenis tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.
2:26 AM | 0 komentar | Read More

Aktivitas Membuat Otak Tetap Pandai

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, March 6, 2012 | 3:46 AM

Aktivitas Membuat Otak Tetap Pandai Sebuah riset terbaru yang melibatkan hampir 7.000 pegawai negeri sipil Inggris mengungkapkan bahwa fungsi otak manusia akan menurun setelah memasuki usia 45 tahun. Temuan ini sekaligus membantah riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa fungsi otak menurun pada usia 60 tahun.

Dr Michael Merzenich, profesor emeritus dari University of California, San Francisco Amerika Serikat, mengatakan, penurunan fungsi otak pada perempuan cenderung lebih lambat ketimbang pria karena perbedaan hormonal. Tapi apabila wanita telah melalui masa menopause, penurunan kognitifnya lamban laun akan setara dengan laki-laki memasuki usia 65 tahun, kata Merzenich.

Merzenich, yang juga CEO Scientific Learning Corporation dan Posit Science, telah mempelajari plastisitas otak selama bertahun-tahun. Perusahaannya telah mengembangkan program perangkat lunak untuk menguji dan memperkuat otak - semacam alat untuk "olahraga otak" dan dia menyamakan dengan latihan untuk tubuh. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf

"Anda benar-benar dapat melatih otak secara sistematis untuk menyempurnakan dan memperkuat kemampuannya dengan bentuk latihan intensif," katanya.

Merzenich mengatakan bahwa ada cara yang lebih sederhana untuk membantu meningkatkan fungsi otak, termasuk daya ingat, pengolahan, dan persepsi melalui kegiatan sehari-hari berikut ini:

1. Membaca

Selain memperluas wawasan dan informasi, membaca juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Riset 2009 yang dilakukan para ahli di Mayo Clinic menunjukkan bahwa membaca memberikan pengaruh positif khususnya pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua. Membaca buku dan kegiatan kognitif lainnya dapat menurunkan risiko gangguan kognitif ringan (MCI), yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

2. Berjalan dan melihat sekitar

Mengasah fungsi otak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, misalnya berjalan. Cobalah berjalan di sekitar lingkungan rumah Anda dan rekam semua yang Anda lihat. Setelah sampai di rumah, rekonstruksikan kembali secara rinci rute perjalanan dan segala macam hal yang Anda lihat. 

"Ini adalah bentuk latihan mental yang sangat penting karena membuat mesin otak kita tetap hidup," kata Merzenich

3. Belajar sesuatu yang baru

Melakukan sebuah aktivitas yang baru dan belum pernah Anda lakukan sebelumnya terutama yang merangsang kerja otak patut Anda coba. Bermain catur atau mengisi TTS (teka teki silang) adalah salah satu bentuk permainan yang cukup menantang fungsi kognitif Anda. "Otak adalah mesin belajar dan pada dasarnya perlu belajar baru," katanya.

4. Ikut kegiatan sosial

Ikut terlibat dalam setiap kegiatan sosial sehari-hari sangat penting tidak hanya untuk menjauhkan Anda dari rasa kesepian tetapi juga untuk melatih bagian terpenting dari otak yang didedikasikan untuk kognisi sosial.

"Terlibat dalam sebuah kegiatan sosial sangat bernilai. Cara ini terbukti baik untuk kesehatan otak Anda," katanya.
3:46 AM | 0 komentar | Read More

Solusi Pemberian Obat harus Disempurnakan

Written By Luthfie fadhillah on Monday, February 27, 2012 | 3:18 AM

 Departemen kesehatan tidak akan menghentikan pemberian obat pencegahan filariasis atau kaki gajah. Namun Departemen Kesehatan akan menyempurnakan metode pemberian obatnya.

Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih seusai membuka Konferensi Nasional Promosi Kesehatan Ke-5 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/11) malam.

Endang mengatakan, berdasarkan hasil investigasi Komite Ahli Pengobatan Filariasis Indonesia (KAPFI) dan Departemen Kesehatan, pengobatan massal yang dilakukan di Kabupaten Bandung tidak menyalahi aturan. Obat sudah diperiksa di laboratorium dan hasilnya tidak kedaluwarsa atau tercemar.  Adapun obat yang diberikan adalah ethylcarbamazine citrate (DEC), albendazol (obat cacing) dan parasetamol (obat penurun panas).

Sebelumnya penerima obat pencegahan filariasis di Kabupaten Bandung dirawat dan meninggal dunia setelah mendapatkan pengobatan massal, 10 November lalu.  Namun, Departemen Kesehatan membantah penyebab sakit dan meninggal akibat langsung pemberian obat pencegahan filariasis.

KAPFI juga menyatakan, kematian delapan warga Bandung bukan karena minum obat filariasis.  Dari delapan kasus kematian, tiga orang meninggal ternyata tidak mingum obat filariasis yang dibagikan saat pengobatan massal.  Adapun lima kematian terjadi karena penyakit yang telah diderita sebelumnya.

Untuk langkah ke depan, Endang mengatakan akan menyusun langkah lanjutan bersama tim yang terdiri atas pakar filariasis.  Salah satunya adalah mempertajam metode pengobatan, seperti  memberikan pertanyaan awal tentang kondisi kesehatan kepada warga sebelum melakukan pemberian obat.

"Akan sulit apabila dilakukan pemeriksaan kesehatan satu per satu," kata Endang.

Penyakit filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria (Brugia malayi, Brugia timori, dan Wucheria brancofti). Perantara penularannya adalah semua jenis nyamuk.

Hambat eliminasi
Secara terpisah, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Departemen Kesehatan Rita Kusriati mengatakan, penghentian pengobatan massal dikhawatirkan akan menghambat eliminasi penyakit kaki gajah.  Oleh karena itu, pemerintah akan melanjutkan pengobatan massal, tetapi pelaksanaannya dievaluasi.

Menurut Rita, di Indonesia penanganan filariasis dengan model pengobatan massal berjalan sejak tahun 2002 yang pencanangan untuk pertamakalinya di lima kota kabupaten/kotamadya.  Di Indonesia ada 316 kabupaten/kota yang telah terpetakan secara epidemologis sebagai daerah endemik filariasis sampai tahun 2008.

Penghentian pengobatan massal, menurut Rita, akan berkonsentrasi besar karena dengan rata-rata prevalensi nasional filariasis 19 persen dan jumlah penduduk sekitar 220 juta, ada sekitar 40 juta penduduk akan terkena filariasis.
3:18 AM | 0 komentar | Read More

Masalah Uang Hambat Pengobatan Kaki Gajah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Banten, saat ini merasa kesulitan untuk melakukan pengobatan massal penularan penyakit kaki gajah atau filariasis, karena tidak memiliki dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
    
"Jika tidak dilakukan pengobatan massal dipastikan  penularan penyakit kaki gajah mengancam warga lainya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Asep Misbah, Minggu.

Asep mengatakan, pihaknya hingga kini belum berbuat banyak untuk melakukan pengambilan sidik darah jari (SDJ) juga pengobatan massal di daerah endemik penularan penyakit kaki gajah karena membutuhkan biaya cukup besar.

Pengambilan SDJ maupun pengobatan massal harus dilakukan di enam kecamatan di Kota Serang, setelah ditemukan dua warga positif terserang penyakit kaki gajah. 

"Penyakit kaki gajah merupakan jenis penyakit menular yang bisa mengakibatkan penderita cacat permanen pada salah satu bagian anggota tubuhnya," katanya.

Menurut dia, pengambilan sidik darah jari pada malam hari juga pengobatan massal salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Sebab, apabila tidak dilakukan pencegahan kemungkinan warga Kota Serang bisa terserang, karena penularannya melalui gigitan berbagai jenis nyamuk.

Oleh karena itu, pemerintah Kota Serang harus mengalokasikan dana untuk pengambilan SDJ serta pengobatan massal, terutama di daerah kasus penularan di wilayah Puskesmas Singadari dan Taktakan.

Selain itu, pihaknya meminta kepada warga agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan halaman, sehingga tidak berkembangbiaknya populasi nyamuk.    

Dia menyebutkan, hingga saat ini sumber penularan penyakit kaki gajah ditularkan melalui gigitan nyamuk dari si penderita yang mengalami pembengkakan permanen pada bagian kaki atau tangan.

Penularan penyakit kaki gajah disebabkan infeksi cacing filaria, yang hidup di saluran dan kelenjar getah bening (limfa) yang mengakibatkan gejala akut dan kronis. Cacing ini secara klinis menimbulkan peradangan di kelenjar dan saluran getah bening, terutama pada daerah pangkal paha dan ketiak.
    
"Hingga saat ini penderita kaki gajah tidak menimbulkan kematian," ujarnya. Ditempat terpisah, keluarga penderita kaki gajah di Kecamatan Taktakan, Kota Serang,  mengaku dirinya hanya pasrah karena tidak memiliki dana untuk pengobatan.

"Sebetulnya penderita bisa berobat, namun untuk makan juga susah," kata salah satu keluarga penderita yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, sejumlah warga lainya di Kota Serang menyatakan pihaknya mendesak Pemkot segera mengalokasikan dana untuk pengobatan massal untuk mencegah penularan serta penyebaran penyakit kaki gajah.
   
Alasannya, semua yang namanya jenis penyakit menular harus diberantas dan dicegah dengan cara pengobatan massal itu. "Kami khawatir penyakit ini meluas dan meyerang warga lianya," ujar Solihin (40) warga Cipocok, Kota Serang.
3:16 AM | 0 komentar | Read More

Riset Kurang Mendukung

Penanggulangan sejumlah penyakit tropis seperti malaria, filariasis atau kaki gajah, dan kusta atau lepra tidak berjalan secara efektif. Kondisi ini terjadi lantaran penanganan penyakit tropis tidak didukung pengembangan riset yang memadai serta terintegrasi antarlembaga.

Peneliti dari Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) Universitas Airlangga Surabaya, drh CA Nidom menyatakan, penyakit tropis jadi faktor dominan dalam percaturan penyakit-penyakit di dunia. Apalagi kini tidak ada lagi batas wilayah, sehingga orang-orang dari negara sub tropis pun bisa terkena penyakit yang banyak ditemukan di negara tropis karena perpindahan penduduk.

Penyakit tropis seperti malaria, kusta dan filariasis atau kaki gajah di Indonesia jumlah penderitanya semakin meningkat dalam lima tahun terakhir. Selain itu, penyebarannya pun hampir menjangkau seluruh wilayah Tanah Air. (Kompas, 11/8)

Endemis beragam penyakit

Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan wilayah endemis beragam penyakit tropis. ”Indonesia seharusnya lebih pintar dalam penanganan penyakit tropis. Sayangnya, pengembangan riset penyakit tropis masih belum mendapat porsi memadai,” kata Nidom.

Padahal, aspek riset penting dalam pengendalian penyakit antara lain, mengetahui variabilitas virus, dampak pemakaian insektisida terhadap kekebalan nyamuk pembawa penyakit seperti malaria. Perubahan biologi dari nyamuk bisa menjadi rangsangan terjadinya mutasi kuman atau virus sehingga lebih ganas dan resisten terhadap obat.

” Tanpa studi epidemiologi, penanganan masalah penyakit tropis di suatu daerah ibarat menembak dalam gelap. Kita tidak mengetahui efektivitas pengobatan, sejauh mana mutasi virus, sehingga pemberantasan penyakit akan sulit dilakukan hingga tuntas,” ujarnya menegaskan.

Peneliti senior dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Herawati Sudoyo, Senin (11/8), di Jakarta, menjelaskan, lemahnya kegiatan riset mengakibatkan mayoritas penyakit tropis sulit diatasi termasuk malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Masalah yang dihadapi adalah terjadinya mutasi virus dan meningkatnya resistensi kuman penyakit terhadap beberapa jenis obat.

Penelitian juga diperlukan untuk menguji sejauh mana efektivitas suatu obat yang akan digunakan di Indonesia. Selama ini penggunaan obat dari luar negeri hanya ”dikopi” dan diterapkan di Indonesia tanpa lebih dulu dilakukan riset ilmiah mengenai efektivitas obat itu dan efek sampingnya.

Belum aplikatif

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Menristek Prof Amin Soebandrio menilai, kemajuan riset bidang penyakit tropis di Indonesia sudah cukup pesat. Saat ini ada sejumlah lembaga penelitian yang memfokuskan diri pada riset penyakit tropis di Jakarta maupun di lembaga perguruan tinggi di sejumlah kota di Tanah Air.

Sejumlah riset yang dilakukan sudah sampai pada tingkat seluler dan molekuler yang nantinya diterapkan ke tingkat aplikasi klinis yaitu pengembangan deteksi virus dan bakteri, serta pembuatan vaksin. ”Tetapi memang hasil penelitian yang ada belum aplikatif, masih perlu diuji pada hewan coba, baru kemudian diuji klinis pada manusia dengan skala luas,” ujarnya.

Lembaga Eijkman sendiri secara aktif mempelajari sejumlah penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dengue dan hepatitis. Sebagian riset itu berkolaborasi dengan lembaga riset asing seperti Universitas Oxford. ”Kegiatan riset dilakukan di Indonesia, dan dipublikasikan secara internasional atas nama staf dari Lembaga Eijkman. Jadi, kedudukan kami sejajar,” ujarnya.

Hasil riset yang dilakukan antara lain berhasil menemukan dasar molekul resistensi kuman terhadap obat, mutasi gen pada plasmodium valsivarum dan hubungannya dengan resistensi parasit itu terhadap obat anti malaria di sejumlah daerah endemis seperti Papua.

Dana minim

Sejauh ini, Nidom menilai dukungan pemerintah masih sangat minim terhadap pengembangan riset penyakit tropis baik dari segi pendanaan maupun fasilitas riset. Di TDDC Unair, misalnya, mayoritas dana operasional penelitian penyakit tropis diperoleh dari kerja sama dengan lembaga penelitian asing di antaranya Universitas Kobe Jepang.

Amin Soebandrio mengakui, dukungan pemerintah dalam pendanaan riset masih minim. Saat ini Kementerian Ristek mengalokasikan anggaran tahun 2008 sebesar Rp 110 miliar untuk enam bidang penelitian, termasuk kesehatan. Idealnya, tiap bidang mendapat anggaran sekitar Rp 100 miliar. Padahal, untuk mengembangkan suatu prototipe vaksin satu jenis penyakit, misalnya, butuh dana berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar.

Hambatan lain adalah, aktivitas penelitian penyakit tropis berjalan sendiri-sendiri tanpa ada jejaring yang kuat. Hal ini menyebabkan daya jangkau penelitian rendah, dana penelitian yang diperoleh terbatas, aktivitas penelitian yang dikerjakan juga kadang tumpang tindih.
3:16 AM | 0 komentar | Read More

What Causes Elephantiasis?

Written By Luthfie fadhillah on Friday, March 18, 2011 | 2:58 AM



Elephantiasis is a syndrome most often caused by an obstruction of the lymphatic vessels, which results in extreme swelling of the skin and tissues, typically in the lower trunk and body. It primarily affects the legs and genitals, resulting in baggy, thickened and ulcerated skin, along with fever and chills.

Elephantiasis can be very painful and uncomfortable and reduces the sufferer’s ability to lead a normal life. A serious complication of elephantiasis can be obstructed blood vessels, which limit blood supply and cause the skin to become infected and gangrenous.

Elephantiasis has two main forms and several related disorders:

Lymphatic filariasis, which is the most common form of elephantiasis, is caused by a parasitic disease resulting from a bite from an infected mosquito. This form of elephantiasis is caused most commonly by the Wuchereria bancrofti parasite, but also can be caused by Brugia malayi and Brugia timori,. These parasites are all nematodes, or roundworms, that are transmitted by mosquitoes. The parasite inhabits the lymphatic vessels, resulting in their inability to drain the affected extremities.

It is not definitely known if the parasite itself is the sole reason of the swelling, or if the fact that the immune system is working to fight the parasitic infection contributes to it. Lymphatic filariasis affects people primarily in the tropics and is concentrated in Africa. It is estimated that 120 million people spread over 80 countries are affected by elephantiasis. Approximately one-third of these suffer serious cases of the disorder.

Nonfilarial elephantiasis, the second type of elephantiasis, is non-parasitic. This type is more common to Africa’s central mountains. It is caused by repeated contact with volcanic ash in the area. The primarily barefooted population receives chemicals from the soil into their feet, and the chemicals travel to the lymphatic vessels and irritate and block them.
Elephantiasis
Elephantiasis Is Caused By
Loa Loa
Microfilariae

Hereditary lymphedema is a disorder related to elephantiasis. It is a genetic disorder that, either by an underdevelopment of the lymph vessels or other factors, causes an accumulation of fluid in the affected extremities.

Treatment of elephantiasis depends on the type of the disorder the person is afflicted with. Lymphatic filariasis is treated with medication designed to kill the parasite. These medications include Suramin, Diethylcarbamazine, Ivermectin, Metrifonate, Mebendazole and Levamisole. Recent studies of use of the antibiotic doxycycline show promise. Medicines must be taken early after the primary infection, but they can have toxic side effects. The problem with effective treatment of elephantiasis is that it is difficult to diagnose it early enough.

Doctors have found that careful, daily cleaning of the affected areas helps prevent secondary skin infections that may be associated with elephantiasis. Surgical treatments are usually only effective on scrotal elephantiasis, but not on limbs. Unfortunately, there is no vaccine available at this time.
2:58 AM | 0 komentar | Read More

Mass Treatment of elephantiasis Citizens Lebak

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, March 13, 2011 | 8:33 AM

Tens of thousands of people who lived in a number of areas in Lebak obtain mass treatment of filariasis or elephantiasis.
    
"Until now, mass treatment with elephantiasis, is continuing because it was feared transmitting it to other people," said Head of Communicable Diseases Eradication and Restructuring Lingungan, Lebak District Health Office, Dr Alwan Aminudin Friday.

He said the current number of people with elephantiasis, is still high because of the declared clinically as many as six people and dozens of others expressed positive elephantiasis.

Mass treatment of elephantiasis, which was held in Cipanas subdistrict, Lebak Gedong and Maja because in these areas are endemic areas of filariasis transmission.

Mass treatment in the area is already the third year by a team of District Health Office and the Ministry of Health Centre.

"Transmission of disease elephantiasis in the three districts were declared not free," he said.
According to him, elephant foot disease is not deadly, but patients may experience permanent disability in one part of his body.

Therefore, mass treatment should be done to prevent the transmission of the disease. If residents stricken with elephantiasis positive disease can certainly cause social penyandangf in the community.
    
In addition, productivity will be low pederita that ultimately the decline of human quality in Lebak regency. He mentioned, mass treatment in endemic elephantiasis should be done for five consecutive years for declared free from endemic areas elephantiasis.
    
"Currently, in the three districts that are just entering the year declared endemic keiga amssal treatment," he said.

Participants mass treatment with elephantiasis, followed by all citizens including children under the age of two years, pregnant women, nursing mothers and people with chronic disease

"With the mass treatment of this elephant's foot, is expected ditemukakan again penmuan filariasis cases in the community," he explained.

Meanwhile, the Head of Puskesmas Cipanas, Suripto, say, mass treatment is carried out elephant foot in the working areas as many as 40,000 residents.

Until now, he added, Elephant foot disease cases in the District of Cipanas befall residents of Kampung Seah, Cipanas Village. has been declared clinically.
8:33 AM | 0 komentar | Read More

New City Free Optimistic Elephant's Foot

City District Government, South Kalimantan, is optimistic in 2015 the New Town are free of disease elephantiasis (filariasis).
    
Chief Public Health Alert Notices drg through Ambarita Mardiman Disease Eradication Head, M Kes, in Kota Baru on Sunday, said the conviction was based upon the New City Health Department efforts through counseling and supplementation Dietyl Carbamezin, Albendazol, and Paracetamol and Blood Sidik Jari ( SDJ).

"In this way we hope people become more aware of and can anticipate the spread of elephantiasis disease early on," he said.

Meanwhile, in Kota Baru today was detected about 36 people with elephantiasis, a disease caused by filarial worms Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, and Brugia timori.

North Sea Island, Kota Baru, as many as four people; North Kelumpang (11 people); Pamukan II (one person); South Kelumpang (one person), and South Sea Island (seven people).

Sub Sea Island West (three people); Middle Kelumpang (one person); and District Sei Durian much as two people; barnacle, Island East Sea (two people); Marabatuan, Nine Island (one person); South Pamukan (one person); Mangrove (one person); and Sampanahan one people with elephantiasis.

For eradication and break the chain of transmission of the disease elephantiasis, particularly in areas of endemic filariasis, Public Health Service directly conduct mass treatment round four times in a row.

For the last treatment is not known how much the success rate of these tablets.
    
Mardiman hope this year evaluation of disease eradication programs elephantiasis allocated sufficient funds.
8:32 AM | 0 komentar | Read More
Techie Blogger